Selasa, 04 Oktober 2011

kepada yang terkasih



biarlah teruntuk suratku ini masih menyisakan spasi kosong
karena aku tidak yakin benar akan mengalamatkannnya pada siapa
dibalik itu keinginanku untuk menyampaikan rasa sayang ini tak tertahankan

kepada yang terkasih,
saat matahari menyentuh lembut kulitmu
memaksamu memicingkan mata pertanda matahari telah meninggi,
biarlah aku tetap berpura-pura terlelap disampingmu
biarlah aku tetap bergumul dibawah lenganmu yang hangat

kepada yang terkasih,
saat akhirnya kita membuka mata
inilah saatnya aku memandang sejuknya telaga dalam tatapan matamu
tatapan yang membuatku berkata "hari masih pagi" padahal matahari sudah menyengat tinggi
aku yakin kamu merasa saat aku mencuri cium pipimu di saat kau masih terlelap
ya paling tidak, aku tak pernah bosan melakukannya

kepada yang terkasih,
hariku seakan lebih dari 24 jam sehari
lebih dari 7 hari seminggu hanya untuk menemanimu asik main game dan aku menunggu disebelahmu dengan gemas sambil baca buku
hujan yang turun tiba-tiba terkadang ku syukuri dalam hati
bisikan lembutmu ditelingaku masih bisa kurasakan sampai saat ini

kepada yang terkasih,
spasi kosong ini ingin rasanya ku isi
tapi aku tak mau mengisinya dengan harapan asa
dimana aku tak tau aku menyimpan banyak rasa untuk siapa
bisa untukmu, bisa untuk dia

kepada yang terkasih,
sesungguhnya aku hanya ingin engkau ada

Tidak ada komentar:

Posting Komentar