Kamis, 17 Mei 2012

13 Mei 2012

Payung Teduh, Tesla Manaf, Leonardo, bahkan Kings of Convenience sudah bergantian menemaniku di depan laptop kesayangan. Mereka setia menanti sang empunya menarikan jemarinya diatas keyboard. Membentuk kalimat demi kalimat yang dirasa paling mewakili perasaannya kala itu.

Ya ketika akhirnya sebelum menuliskan tulisan ini aku sempat tertegun di beberapa malam terakhir. Tepatnya 2 malam terakhir. Selama dua malam itu ada perasaan yang membuat hatiku seperti punya irama baru.
Irama yang selama 8 bulan terakhir hanya diisi sekenanya. Lebih sering terisi nada kekecewaan yang tidak disengaja dan patah hati yang tak disangka.
Namun rupanya Tuhan punya rencana yang lebih mengejutkan dari biasanya.
“aku tidak percaya pada coincidence sejujurnya”
“lalu?”
“ya memang sudah jalannya. Sejak pertama aku dengar suaramu lewat telepon..”
..dan mengalirlah pembicaraan yang selama ini hanya kukira-kira sendiri dalam hati.
Ketika akhirnya penantian ini menemui titiknya. Terselip sebuah tanda tanya disana.
 Apa ini nyata? Apa ini bukan sesaat semata? Apa aku menjadi yang serasi dimatanya?
Kami berbeda. Aku walaupun kuliah travel tapi mental travelernya nol besar. Sedangkan dia, ah aku seperti tak bisa mengimbanginya.

Pikiran-pikiran aneh seperti alien di siang hari itu yang selalu hinggap di benakku.
Namun kembali terasa saat sentuhan jarinya mengusap keningku perlahan. Seperti berbisik ‘semua akan baik-baik saja’
Seperti memeluk erat hatiku dan menenangkannya disana..
“Bandung-Malang ya? Mari kita coba..”

Klise memang. Tapi pertanyaan klasik masalah jarak ini memang cukup menyita perhatian.

Kemudian akhirnya sedikit demi sedikit kebiasaan yang sebenarnya bukan ritual baru tapi sudah lama ditinggalkan sejak September tahun lalu kembali dijalankan sekarang.
Sapaan selamat pagi & malam, sedikit cerita sambil mendengar suaranya diujung sana menjadi awal yang masih merah. Masih basah. Ibarat goresan cat diatas kanvas.
Semoga keraguan tak beralasan itu segera sirna, berganti sebuah petualangan dalam asa sepasang manusia yang merelakan harinya berjauhan dalam jarak namun dekat dalam pengharapan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar