Jumat, 20 April 2012

Meneduhkan


Kalau ada band yang nama nya benar – benar merefleksikan music mereka secara nuansa dan feeling yang tebangun setelah mendengar music mereka ya Payung Teduh jawabannya.
Setelah launching di Jakarta kemarin, album “Dunia Batas” rasanya mendapat banyak sorotan. Ketika banyak telinga menyimak nada-nada sedarhana yang mereka tawarkan, pastikan anda tergabung didalamnya.
Salah satu favorit saya, Angin Pujaan Hujan

Datang dari mimpi semalam
Bulan bundar bermandikan sejuta cahaya
Di langit yang merah
Ranum seperti anggur
Wajahmu membuai mimpiku

Sang pujaan tak juga datang
Angin berhembus bercabang
Rinduku berbuah lara

Lirik mereka simple, singkat tapi sanggup membuat saya memutarnya hingga puluhan kali tanpa merasa bosan. Syahdu dan terasa ‘dekat’.
Terlebih saat seorang teman, Rukii Naraya meng cover satu lagu mereka, Berdua Saja. 


Ada yang tak sempat tergambarkan oleh kata
Ketika kita berdua
Hanya aku yang bisa bertanya
Mungkinkah kau tahu jawabnya

Malam jadi saksinya
Kita berdua diantara kata
Yang tak terucap
Berharap waktu membawa keberanian
Untuk datang membawa jawaban

Mungkinkah kita ada kesempatan
Ucapkan janji takkan berpisah selamanya

Beruntung saat Keuken kemarin saya menjabat menjadi LO music dan menjadi LO Payung Teduh sekaligus LO band lainnya. Nada Fiksi, Teman Sebangku, Grace Sahertian dan RMHR. Sayangnya saat itu saya hanya bisa menemani saat mereka check sound pagi hari. Namun saat mereka tampil menjadi closing, saya malah terpaksa pulang duluan dan tidak menyaksikan perform mereka. Selepas Keuken saya baru benar- benar ‘menyimak’ music mereka.  Wah ternyata mereka benar – benar memainkan music yang  ‘meneduhkan hati’. Salut untuk Payung Teduh. Semoga lebih banyak kesempatan mereka perform di kota Bandung di kemudian hari. Amiin. Saya pasti mau nonton row paling depan kalau mereka kesini lagi. Hehe


Semua lagu mereka dalam “Dunia Batas” jadi favorit saya, tapi rupanya Kucari Kamu menarik perhatian saya lebih.

Kucari kamu dalam setiap malam
Dalam bayang masa suram
Kucari kamu dalam setiap langkah
Dalam ragu yang membisu
Kucari kamu dalam setiap ruang
Seperti aku yang menunggu kabar dari angin malam

Aku cari kamu
Disetiap malam yang panjang
Aku cari kamu
Kutemui kau tiada

Aku cari kamu
Di setiap bayang kau tersenyum
Aku cari kamu
Kutemui kau berubah

Kucari kamu dalam setiap jejak
Seperti aku yang menunggu kabar dari matahari


Tidak ada komentar:

Posting Komentar