Tampilkan postingan dengan label favourite. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label favourite. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 Januari 2013

Seringai x Amenk



Just like WHOAAAAAA inilah saatnyaa!

Ehm, maaf kalau dibuka dengan kalimat random. I mean itulah gegap gempita cetar membahana hatiku bersorak saat si Pina mention gue di twitter ketika Omuniuum memberi info di toko mereka telah tersedia rilisan baru merch Seringai berupa tshirt collab bersama seniman paling ashoy mblehoy se bandung raya, Mufti 'Amenk' Priyanka!

Setelah menunggu cukup lama untuk uang tabungan cukup, meratapi raglan Taring yang membuat gundah akan membeli atau tidak lantaran sudah punya tshirt Taring hadiah dari Pepe dan masih obsessed sama tshirt Lencana, akhirnya saya tidak dapat membendung keriaan akan hadirnya tshirt dari SeringaixAmenk ini.

Tanpa pikir panjang saya akan menguras tabungan yang tidak seberapa itu demi menjadi kolektor merch Seringai yang hakiki. Yaps, berencana menyambangi Omu dalam waktu dekat, namun takdir berkehendak lain. BMAK ternyata memberikan tshirt itu sebagay hadiah ultahku yang tertunda. Yess, cihuy!

Terima kasih Benediktusssssss (harus banyak s nya, soalnya seneng)

Sebelum mendapati fakta mendapat tshirt secara cuma - cuma, saya sudah 'sungkeman' via bbm sama a Amenk. Beliau bersabda untuk segera mendapatkannya di Omu. Setelah sudah punya bajunya, poto poto lah saya. Wuih walaupun size kebesaran, tidak menjadi kendala. Malah makin asyik. Pokonya hepi deh.

Setelah perkenalan & perbincangan bersama a Amenk tempo hari bersama crew FUR Bandung, saya memang makin mengidolakan a Amenk dan bertekad memiliki salah satu karyanya. Spesialnya yang ini menjadi rilisan band favorit saya pula. 

Yuk ah, akan kupakai dalam okasi spesial. Cheers!

yotsubato postcard








Simply seeing this little girl face is really heartwarming.

Yotsuba never failed on me. Karena kecintaanku terhadap si mungil yotsuba, aku membuat beberapa kartupos hand drawing - water color edisi spesial Yotsuba! Dua yang pertama sudah sampai di tangan penerima, yaitu Lily dan Dea Martha. Semoga penerima 2 kartu berikutnya juga suka ya.
salam juralmin, xoxo

Jumat, 03 Agustus 2012

tanpa si hidung merah!


ini aku loh
digambar dengan sangat ciamix oleh mba Ida, mba kesayangan aku
dan kesayangan a galih tentunya dan kesayangan kita semua anak indonesa!
(nada lagu chiki)
ah aku balas pakai apa yah mba
pakai ketulusan hati pasti gak laku
nanti aku balas pakai kartu butut buatanku seperti biasa yah mba!
oia judulnya artworknya adalah " No Clown-Noses" - by P.Sarasvauxte
bagus yah? *masih amazed sampai sekarang*
akunya cantik banget disitu *ngiler* *ngaku ngaku*

yotsuba!


bahagia itu baca yotsuba sore sore sambil ngemil
bahagia itu baca yotsuba marathon selepas ngerjain skripsi
bahagia itu baca yotsuba berdua dia
bahagia itu baca yotsuba setelah bolak balik ke rental komik dan rebutan sama yang mau nyewa
bahagia itu baca yotsuba..
!
aku rela jadi jularmin



war is over!


tees : Emiratees
glasses : Early Birdshop
face : underaverage
hand : left-handed
skill : making corat coret at DIY postcards
daydreaming fave theme : marrying rockstar slash painter slash thriller-story-writer

Senin, 11 Juni 2012

polos

Vi, kini aku tahu siapa aku. Aku dilahirkan sebagai batu tulis kosong. Aku tabula rasa, aku adalah dogma dari aliran empiris dan aku terbentuk dari jalannya hidup. Aku tak pernah menyesalinya. Aku tak menyesali jalanku.

Halaman terakhir dari buku yang kubaca selama kurang lebih 2 minggu itu membuatku merinding. Setelah hanyut dalam cerita kompleks dan memberikan kejutan di setiap bab nya akhirnya cerita Galih, Krasanaya, Violet, dan Raras berakhir pagi tadi. Pagi saat aku membuka mata untuk melanjutkan bacaanku yang tertunda tadi malam. 

Saat halaman makin menipis di genggaman tangan kananku pertanda cerita akan usai entah kenapa aku sedih. Saat baru mulai membaca kembali dan dipertemukan dengan buku karangan Ratih Kumala ini hasrat membacaku seolah penuh. Yang tadinya kosong tak terisi, sekarang penuh bahkan minta diisi lagi dan lagi.

Jumat, 20 April 2012

love


Meneduhkan


Kalau ada band yang nama nya benar – benar merefleksikan music mereka secara nuansa dan feeling yang tebangun setelah mendengar music mereka ya Payung Teduh jawabannya.
Setelah launching di Jakarta kemarin, album “Dunia Batas” rasanya mendapat banyak sorotan. Ketika banyak telinga menyimak nada-nada sedarhana yang mereka tawarkan, pastikan anda tergabung didalamnya.
Salah satu favorit saya, Angin Pujaan Hujan

Datang dari mimpi semalam
Bulan bundar bermandikan sejuta cahaya
Di langit yang merah
Ranum seperti anggur
Wajahmu membuai mimpiku

Sang pujaan tak juga datang
Angin berhembus bercabang
Rinduku berbuah lara

Lirik mereka simple, singkat tapi sanggup membuat saya memutarnya hingga puluhan kali tanpa merasa bosan. Syahdu dan terasa ‘dekat’.
Terlebih saat seorang teman, Rukii Naraya meng cover satu lagu mereka, Berdua Saja. 


Ada yang tak sempat tergambarkan oleh kata
Ketika kita berdua
Hanya aku yang bisa bertanya
Mungkinkah kau tahu jawabnya

Malam jadi saksinya
Kita berdua diantara kata
Yang tak terucap
Berharap waktu membawa keberanian
Untuk datang membawa jawaban

Mungkinkah kita ada kesempatan
Ucapkan janji takkan berpisah selamanya

Beruntung saat Keuken kemarin saya menjabat menjadi LO music dan menjadi LO Payung Teduh sekaligus LO band lainnya. Nada Fiksi, Teman Sebangku, Grace Sahertian dan RMHR. Sayangnya saat itu saya hanya bisa menemani saat mereka check sound pagi hari. Namun saat mereka tampil menjadi closing, saya malah terpaksa pulang duluan dan tidak menyaksikan perform mereka. Selepas Keuken saya baru benar- benar ‘menyimak’ music mereka.  Wah ternyata mereka benar – benar memainkan music yang  ‘meneduhkan hati’. Salut untuk Payung Teduh. Semoga lebih banyak kesempatan mereka perform di kota Bandung di kemudian hari. Amiin. Saya pasti mau nonton row paling depan kalau mereka kesini lagi. Hehe


Semua lagu mereka dalam “Dunia Batas” jadi favorit saya, tapi rupanya Kucari Kamu menarik perhatian saya lebih.

Kucari kamu dalam setiap malam
Dalam bayang masa suram
Kucari kamu dalam setiap langkah
Dalam ragu yang membisu
Kucari kamu dalam setiap ruang
Seperti aku yang menunggu kabar dari angin malam

Aku cari kamu
Disetiap malam yang panjang
Aku cari kamu
Kutemui kau tiada

Aku cari kamu
Di setiap bayang kau tersenyum
Aku cari kamu
Kutemui kau berubah

Kucari kamu dalam setiap jejak
Seperti aku yang menunggu kabar dari matahari


Kamis, 19 April 2012

Kirim kartu, seru!

Awal saya mengetahui keberadaan komunitas unik ini dari akun twitter seorang teman, Lala Sabila. Kemudian saya follow dan langsung jatuh hati. Keren sekali Card to Post ini. Mereka coba membangkitkan kembali gairah menulis diatas selembar kartu, mengirim kepada teman di berbagai belahan kota di Indonesia. Cara bergabungnya sangat mudah. Masuk ke blog cardtopost.blogpost.com dan tinggal daftar untuk jadi anggota. Yang utama kamu harus punya alamat untuk bisa dikirimi kartu. 

Sudah banyak anggota ‘pamer’ foto kartu pos yang mereka dapatkan dari sesama anggota. Dilengkapi dengan sedikit testimoni kesan-kesan setelah mendapat ‘kejutan’ kiriman kartu. Hampir semua membuat saya iri! Bermacam - macam gambar, foto, tulisan hingga kolase menjadi daya tarik yang membuat saya yang melihatnya pun merasa bahagia.

Banyak orang tersenyum geli, heran sekaligus menggelitik benak mereka untuk kemudian bertanya. “kartu pos? hari gini masih ada yang kirim kartu pos?” wah saya bisa jawab panjang lebar untuk pertanyaan itu. Pesan yang disampaikan secara personal dengan bukti otentik nyata dapat disimpan dan dilihat untuk selalu membangkitan romansa di dalamnya menjadi poin terkuat saya untuk menjadi penggemar kartu pos. 

Tapi sayangnya saya sendiri masih belum sempat mengirim kartu dalam beberapa waktu belakangan ini. Biasa, dengan alasan kesibukan dan tidak cocoknya waktu pulang kuliah yang sudah sore sehingga kantor pos terdekat sudah tutup. 

Namun selepas sidang Usulan Penelitian di kampus, tekad saya sudah bulat. Saya harus kirim kartu. Tidak cukup puas hanya mengagumi dan iri dengan kecantikan kartu – kartu yang ‘mejeng’ di blog. Saya juga mau dikirimi kartu oleh teman – teman Card to Post. Caranya simple, kirim kartu dulu ke teman- teman yang lain. Niscaya akan dibalas. Pede aja, hehe. Okedeh saya coba buat kartu sendiri. Gunting karton, gambar sendiri, kemudian dikirim. Sedikit bocoran, gambar di kartu saya gambar dengan menggunakan cat air. Dimana faktanya saya belum pernah coba gambar pakai cat air. Jadi ini kali pertama, khusus untuk penerima kartu saya nantinya! Yippie! Walaupun gambarnya belepotan yang penting dibuat dengan sepenuh cinta *ceileeeh*

Di zaman semua serba virtual. Dimana tinggal pencet sampailah pesan melalui sms, bbm, twitter rupanya ada pilihan untuk ‘repot ria’ menulis bahkan membuat sendiri kartu. Berjalan ke kantor pos, melakukan ‘ritual’ pengiriman kartu dan berharap cemas sekaligus excited menunggu sampainya kartu ketangan sang penerima. Sungguh sebuah proses yang mendebarkan. 







Sekarang doa saya gak muluk –muluk. Semoga 5 buah kartu pos perdana yang saya kirim ini tiba dengan selamat dan membuat sang penerima menyunggingkan senyum. Syukur –syukur kalau ada yang mau balas kartu saya. Janji deh bakalan saya pajang di ‘jemuran’ kartu. Bareng dengan kartu yang sudah saya terima dari @budidanbadu serta Ruru dari Malang. Terima kasih Ruru! Saya sangat suka kartu pos mu. Terlebih saya belum pernah ke Malang :) jadi penasaran sama kotamu, Ru! Hehe




Bagi yang penasaran mau gabung, silakan buka cardtopost.blogspot.com dan intip keriaan berkirim kartu di @cardtopost 
Salam manis, Fanni.