Tampilkan postingan dengan label community. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label community. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Mei 2012

Asrama Dara




 

menerima kartu pos dari kak Hira Lalitya yang ternyata customer Naalnish dan bertempat tinggal di JakBar pula, di SMA 65, temannya Putri juga.. ah sudahlah dunia memang terlalu sempit. 

asal muasalnya adalah ketika saya posting kartu pos yang saya gambar edisi ke #2, lalu iseng saya posting ke @cardtopost untuk menanyakan apa ada yang bersedia saya kirimi kartu. ternyata Hira berminat! okay, saya sudah dapat 'target' untuk dikirimi kartu. ketika Hira ganti bertanya siapa yang mau dikirimi kartupos dengan gambar dari komunitas @GambarSelaw saya juga langsung berseru "Akuu!"
kemudian Hira setuju dan.. tada!

sangat surprise. saya kira Hira belum mengirimkan kartunya, seperti saya yang akhir-akhir ini banyak kesibukan sehingga ketika ada waktu sudah sampai di penghujung minggu. dimana kantor pos nya pun libur -_-

ternyata Hira mengirimkan terlebih dahulu kepada saya dengan pilihan kartu yang sangat menarik. gambar dari anggota Gambar Selaw bernama Tiffani *halo kak tiffani!*
dibagian belakang kartu ada tulisan Bulan Film Nasional. Ah ternyata Asrama Dara merupakan film karya Umar Ismail yang dibuat gambarnya oleh kak Tiffani.

ini merupakan kebetulan yang menarik mendapati kenyataan bahwa saya tinggal di asrama kampus, isinya 'dara' semua dan sayapun menjadi bagian dari Asrama Dara! 

kejadian lucu tentang asrama saya adalah ketika jemuran baju menjadi hal yang sangat sensitif di asrama. saya dan finna pernah berkelakar. 
"kalau mau ngancurin asrama, obrak - abrik aja tuh jemuran! dijamin langsung terjadi peperangan!" 
hal itu didasari oleh pengamatan kami bahwa banyak sekali surat kaleng berisi ancaman ditempel di information board. setiap membaca surat baru disana, kami tidak bisa menahan tawa.

yang terbaru menyebutkan 'barang siapa yang tidak mengembalikan baju seragam (atau apapun yang kebetulan jadi objek penderita) maka dia tidak akan tau apa yang akan menimpa sang 'pencuri'!' haha nada nya ngancem dan nyeremin banget! kayak di film-film.
yang lain sih cukup standar, kayak minta tolong kembaliin seragam, soalnya itu seragam satu-satunya. belom lagi yang kesel gara-gara ada yang ngebiarin bajunya jatuh ke lantai atau gak naro jemuran yang jatuh itu ditempat yang benar, jadi bajunya kotor lagi deh. lengkap dengan embel-embel "emang nyuci gak cape?"

semua kocak! lumayan lah buat hiburan tiap ngelewatin tangga asrama. saya dan finna sih syukur alhamdulillah gak pernah ikutan 'jemuran crew' macam begitu. selain was was takut gak kering, ketuker, jatoh dll emang gak bakat nyuci aja *ngeles* 

paling ya sesekali nyuci sepatu, taro di pinggir balkon, eh balik-balik sepatunya udah jatoh kebawah. pe-er deh ngambilnya *gjkgjkgjk*

intinya kartupos Asrama Dara dari Hira membangkitkan kenangan asrama untuk diceritakan. secara saya betah banget di asrama. dari semester satu sampe sekarang. gak terasa bulan juli jadi bulan terakhir saya di asrama kemudian harus pindah ke rumah.

keajaiban asrama banyak baget kalau mau diceritain. intinya saya cinta sama asrama yang kalo diluar panas, di dalem asrama dingin banget. cocok buat tidur lah. kalo diluar dingin, di dalem asrama anget. kalah pelukan pacar #eh belum lagi udah beberapa kali ngerasain gempa di asrama dan penghuni kamar tetangga langsung pada turun kebawah. pada pake hotpants & tanktop baju kamar doang! haha. saya sih telat kabur, jadi tetep aja dikamar *dodol*

ah semoga kenangan manis asrama bisa saya ceritakan lagi ya kapan-kapan. terima kasih banyak Hira untuk kartunya! tunggu balasan dariku yaa :D

peace out!

Kamis, 19 April 2012

Kirim kartu, seru!

Awal saya mengetahui keberadaan komunitas unik ini dari akun twitter seorang teman, Lala Sabila. Kemudian saya follow dan langsung jatuh hati. Keren sekali Card to Post ini. Mereka coba membangkitkan kembali gairah menulis diatas selembar kartu, mengirim kepada teman di berbagai belahan kota di Indonesia. Cara bergabungnya sangat mudah. Masuk ke blog cardtopost.blogpost.com dan tinggal daftar untuk jadi anggota. Yang utama kamu harus punya alamat untuk bisa dikirimi kartu. 

Sudah banyak anggota ‘pamer’ foto kartu pos yang mereka dapatkan dari sesama anggota. Dilengkapi dengan sedikit testimoni kesan-kesan setelah mendapat ‘kejutan’ kiriman kartu. Hampir semua membuat saya iri! Bermacam - macam gambar, foto, tulisan hingga kolase menjadi daya tarik yang membuat saya yang melihatnya pun merasa bahagia.

Banyak orang tersenyum geli, heran sekaligus menggelitik benak mereka untuk kemudian bertanya. “kartu pos? hari gini masih ada yang kirim kartu pos?” wah saya bisa jawab panjang lebar untuk pertanyaan itu. Pesan yang disampaikan secara personal dengan bukti otentik nyata dapat disimpan dan dilihat untuk selalu membangkitan romansa di dalamnya menjadi poin terkuat saya untuk menjadi penggemar kartu pos. 

Tapi sayangnya saya sendiri masih belum sempat mengirim kartu dalam beberapa waktu belakangan ini. Biasa, dengan alasan kesibukan dan tidak cocoknya waktu pulang kuliah yang sudah sore sehingga kantor pos terdekat sudah tutup. 

Namun selepas sidang Usulan Penelitian di kampus, tekad saya sudah bulat. Saya harus kirim kartu. Tidak cukup puas hanya mengagumi dan iri dengan kecantikan kartu – kartu yang ‘mejeng’ di blog. Saya juga mau dikirimi kartu oleh teman – teman Card to Post. Caranya simple, kirim kartu dulu ke teman- teman yang lain. Niscaya akan dibalas. Pede aja, hehe. Okedeh saya coba buat kartu sendiri. Gunting karton, gambar sendiri, kemudian dikirim. Sedikit bocoran, gambar di kartu saya gambar dengan menggunakan cat air. Dimana faktanya saya belum pernah coba gambar pakai cat air. Jadi ini kali pertama, khusus untuk penerima kartu saya nantinya! Yippie! Walaupun gambarnya belepotan yang penting dibuat dengan sepenuh cinta *ceileeeh*

Di zaman semua serba virtual. Dimana tinggal pencet sampailah pesan melalui sms, bbm, twitter rupanya ada pilihan untuk ‘repot ria’ menulis bahkan membuat sendiri kartu. Berjalan ke kantor pos, melakukan ‘ritual’ pengiriman kartu dan berharap cemas sekaligus excited menunggu sampainya kartu ketangan sang penerima. Sungguh sebuah proses yang mendebarkan. 







Sekarang doa saya gak muluk –muluk. Semoga 5 buah kartu pos perdana yang saya kirim ini tiba dengan selamat dan membuat sang penerima menyunggingkan senyum. Syukur –syukur kalau ada yang mau balas kartu saya. Janji deh bakalan saya pajang di ‘jemuran’ kartu. Bareng dengan kartu yang sudah saya terima dari @budidanbadu serta Ruru dari Malang. Terima kasih Ruru! Saya sangat suka kartu pos mu. Terlebih saya belum pernah ke Malang :) jadi penasaran sama kotamu, Ru! Hehe




Bagi yang penasaran mau gabung, silakan buka cardtopost.blogspot.com dan intip keriaan berkirim kartu di @cardtopost 
Salam manis, Fanni.

Selasa, 14 Februari 2012

#Diet Kantong Plastik Campaign!

Terhitung sejak awal Januari saya dan Finna Yudharisman bergabung dengan teman-teman dari Greeneration Indonesia untuk membuat sebuah event unik yang belum pernah diselenggarakan sebelumnya. Wow, konsepnya saja sudah membuat kening berkerut alias bingung. Headbag Mob? Sejenis flash mob kah? Lalu apa bedanya dengan Flash Mob pada umumnya?

Pertanyaan itu terjawab pada hari Minggu 5 Februari 2012 kemarin. Sejak pagi buta para panitia yang sudah mencurahkan segenap jiwa raga dan semangat #DietKantongPlastik nya berkumpul di Cikapayang Dago. Wait? Apa tuh kok bawa-bawa diet? Siapa yang dimaksud? Sayah? Haha. Gini kak, sedikit prolog, #DietKantongPlastik merupakan kampanye yang sudah aktif disuarakan oleh Greeneration Indonesia selama beberapa kurun waktu terakhir. Kegiatan HeadbagMob ini ditujukan sebagai sebuah simbolisasi komitmen masyarakat yang peduli dengan penggunaan kantong plastic atau yang lebih akrab disebut kresek dan penggunaannya secara lebih bijak.

Kenapa bijak? Karena kampanye ini tidak sepenuhnya melarang namun lebih menghimbau penggunaan kantong plastik secara lebih bijak. At least mengurangi. Salah satu altenatif kegiatan ‘mengurangi’ adalah membawa tas kain sendiri ketika berbelanja. Greeneration Indonesia asiknya gak cuma bikin campaign, sekaligus menawarkan solusi dengan membuat produk #TasBagoes. Tas kain trendy warna warni yang simple dan bisa di customized. Pokoknya seru deh. Tetap bikin kamu nyaman belanja. Malah curiga belanjanya jadi tambah banyak #eh hahaha.

Kembali ke kegiatan penuh keriaan di Minggu pagi, para penggiat CFD yang sudah melihat ramai ramai acara kemudian bergabung untuk menggambar Tas Bagoes. Mereka mebawa 2 kantong plastic yang kemudian ditukarkan dengan Tas Bagoes polos yang bisa digambar/dilukis. Kantong plastic langsung mereka sematkan pada mannequin untuk membalut tubuh dan menyerupai monster kresek. Lucu yah? Hehe. Antusiasme masyarakat sangat menggembirakan. Ditandai dengan antrian yang tak kunjung surut. Mereka tertib mengantri untuk mendapat giliran mendapat Tas Bagoes. Eit tapi coba diteliti. Di salah satu sisi tas, ada 2 bolongan kecil sejajar. Ternyata oh ternyata, tas kain yang sudah dilukis kemudian dipakai di kepala dan 2 lubang kecil itu tempat mata untuk mengintip. Voila! Inilah yang dimaksud dengan Headbag Mob! Eh sebentar, dari arah CK Dayang Sumbi Kang Sano dari Greeneration Indonesia bersama dengan ratusan teman-teman komunitas berjalan dan menyuarakan #DietKantongPlastik. Saya sampai ‘merinding’ melihat banyak ‘manusia’ bersama menggerakan raga mereka untuk mendukung dan menyebarkan ‘pesan’ melalui kegiatan yang fun dan memberi experience baru. Totally amazed!

Diharapkan setelah kegiatan ini, masyarakat dan seluruh generasi muda dapat meneruskan dan menularkan ‘virus’ #DietKantongPlastik. Layaknya Greeneration Indonesia yang juga akan meneruskan kegiatan ini ke banyak kota di Indonesia. Sungguh kebanggaan tersendiri Bandung menjadi kota pioneer :D














Saya pribadi merasa sangat senang menjadi bagian dari team hebat yang bekerja dengan professional walaupun panitia volunteer. Terima kasih yang tak terhingga untuk Keluarga Greeneration Indonesia & House The House. Pasti akan sangat merindukan kebersamaan dengan panitia. Teh Shelly, Ines, Diny, A Acung, Guruh, Rahyang, Adit, Reza, Willy, Windy, Finna. Semoga bisa bekerja sama lagi di lain waktu :D

Sabtu, 21 Januari 2012

#HappyPlay with Kummara

Kebahagiaan itu bisa datang dari mana saja sumbernya. 
Kita sadari atau tidak, bahagia itu sederhana. 
Sesederhana bermain bersama adik-adik kecil, pasien di Polianak Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.

Waktu menunjukkan pukul sembilan pagi. Saya dan Finna bergegas menaiki tangga menuju Polianak RSHS. Kecanggungan yang dirasa tatkala masuk ke lingkungan RS yang cukup penuh oleh pasien dan tata letak RS yang sedikit njelimet tak menurunkan antusiasme saya untuk segera bergabung dengan teman-teman dari Kummara yang terlebih dulu tiba disana. Ya, pagi itu Kummara menggelar program #HappyPlay yang dikomandoi oleh Darlene Vitri. Sebelumnya kegiatan ini sudah pernah digelar oleh Kummara. Sejak bergabung menjadi Volunteer Indonesia Bermain tempo hari, saya sudah ‘mengincar’ kegiatan ini dan dengan semangat selalu minta update apabila Kummara akan kembali menggelar #HappyPlay.

Rasa penasaran saya terjawab setelah kurang lebih beberapa minggu yang lalu Vitri memberi jarkom untuk meeting volunteer #HappyyPlay. Sayangnya kala itu saya berhalangan hadir. Ketika akhirnya tanggal #HappyPlay ditentukan, Kamis 19 Januari 2012 ditetapkan saya berjanji akan menghadirinya.

Masuk ke bagian Polianak RSHS, mata saya berkeliling ke penjuru ruangan. Akhirnya saya menemukan sosok teman-teman Kummara di belakang kursi-kursi tunggu pasien. Rupanya disana terdapat lahan berbentuk persegi panjang sekitar 6 meter x 2 meter yang beralaskan lantai kayu berpagar kayu dengan cat warna warni pastel. 

Dalam hati saya berujar, “ooh seperti ini toh tempat bermain kita. Rasanya hampir disetiap RS disediakan fasilitas ini. Namun seingat saya, tidak terlalu dimaksimalkan. Seperti di RS kebanyakan yang saya temui.

Sedikit canggung saya menatap ruang bermain itu. Setelah menyapa teman-teman Kummara, saya mencoba masuk dan bergabung ke dalam ‘arena’ bermain hari itu. Di dalam telah ada Augi dan Anchi. Menyusul kemudian Puput dan Nisa. 

Kenapa diawal saya bilang sedikit canggung? Pertama saya bukan tipe child person yang bisa dengan manis menyapa setiap anak kecil yang berada di dekat saya. Tapi lambat laun saya melunak kok. Maka dari itu ajang #HappyPlay ini bisa dibilang juga merupakan tantangan tersendiri untuk saya. Hasilnya tak mengecewakan. Saya berhasil berbaur dengan adik-adik yang ‘terjebak’ bermain bersama saya. Haha :D 

Yang kedua, saya belum pernah bermain board game nya Kummara. Saya juga bukan tipe Game Person (lalu saya tipe apaan dong). Saya jarang main game terlebih game konsol/online. Dulu pernah main Punakawan sekali pas datang ke Toys Republic dan dengan sukses merepotkan Mas Windy dan Mas (aduh saya lupa namanya) itu deh, hehe. Tapi berhubung kemarin main sama adik-adik kecil yang range umurnya 2-13 tahun jadi game yang dibawa juga yang mudah dimainkan oleh mereka. Singkat kata, saya bisa main kalo mainnya (yang gampang dan) bareng anak kecil :p hihi

Sialnya, saya keasikan sampai lupa mencatat dan mengingat nama boardgame nya. Tapi jangan sepenuhnya menyalahkan ke dodolan saya. Wong board game nya impor semua, bahkan ada yg instructionnya pake bahasa Jerman. Mata saya sedikit kelilipan bacanya. Ini gimana mainnyaaaa? (frustasi). Hal canggih tersebut dikarenakan board game tersebut dikumpulkan Mas Eko & Mba Kanty (pasangan founder Kummara) yang dulu studi sambil mengumpulkan board game di luar negeri. Jerman dan kota-kota lainnya. Saya terkadang amazed dan kagum dengan mereka yang terpikir untuk mengkoleksi mainan dari berbagai Negara dan berbagi kebahagiaan dengan siapa saja.

Banyak mainan yang kami coba hari itu. Salah satu yang cukup menarik adalah permainan ‘memori’ dimana sejumlah kartu digelar dan tiap peserta mencoa membuka dua kartu untuk mencari padanan gambar kartu yang sama. Gambar di kartu juga sangat menarik. Tentang kesehatan gigi. Banyak gambar lucu yang muncul. Mulai dari dokter gigi, makanan, permen hingga sikat gigi dan odol. Cara mainnya mudah dan seru. Kenapa seru? Karena ternyata daya ingat adik-adik kecil itu lebih kuat. Mereka dengan cepat mengingat dan berhasil mengumpulkan kartu paling banyak. Saya manyun. Sebel kenapa semakin tua semakin pikun. Haha. Kami sesekali terpekik heboh saat satu demi satu kartu terbuka dan menggerutu gemas karena mencoba mengingat letak kartu yang lainnya. 

Selain itu masih ada beberapa board game lain yang lebih mudah dengan warna warni yang ceria. Sangat menarik minat adik-adik disana. Di tengah-tengah sesi bermain mereka disodori kertas gambar dan crayon. Supaya mereka bisa sedikit istirahat, katanya. Jadilah mereka (dan saya) tekun mewarnai gambar. Tak lupa diberi nama masing-masing.

Ada rasa kepuasan tersendiri kala itu. Saya berhasil mengatasi kekhawatiran yang sempat muncul. Permainannya dengan mudah saya kuasai, begitupula dengan adik-adik. Saya selalu menyapa mereka dengan nama, mengajak mereka untuk bersemangat dan ceria. Tertawa, bertepuk tangan bahkan tak ragu mengajak mereka untuk toast apabila mereka berhasil melakukan permainan dengan baik. Semacam reward kecil yang dirasa makin menambah kedekatan personal dengan mereka.

Ditengah keasyikan bermain, saya amati sekitar belasan adik kecil bermain hari itu. Datang silih berganti. Ada yang malu-malu diantar orang tuanya, ada yang dengan percaya diri langsung bergabung dengan kakak-kakak. Tingkah polah mereka membuat bibir dan pipi saya pegal hari itu. Lucu dan menggemaskan. Mereka juga belajar mengalah dan berbagi pada adik yang umurnya lebih kecil. 

Sebagian besar yang ikut bermain menunggu giliran periksa. Ketika saya tanya sakit apa, mereka ada yang menjawab ginjal, paru-paru, leukimia bahkan kala itu ada dua  pasien khusus yang diajak dokter/terapis mereka untuk bergabung menggambar bersama kami. Rupanya adik itu tengah menjalani perawatan khusus. Mereka memiliki suster dan terapis khusus. Sepertinya mereka juga merasa senang bisa berbagi keceriaan ditengah teman-teman sebayanya. 

Tak terasa, suasana ruang tunggu polianak mulai sepi. Rupanya jam menunjukkan pukul 11 siang. Masuk pada jam istirahat. Banyak pasien yang sedang beranjak istirahat maupun telah selesai diperiksa. Mba Kanty dan Vitri member isyarat untuk mensudahi #HappyPlay hari itu. Dengan pelan saya berkata pada adik-adik bahwa kami harus pulang dan akan kembali lagi lain waktu untuk bermain lagi.

Ajakan toast saya sebagai tanda berpisah disambut dengan semangat oleh mereka. Terima kasih Gita, Syaifudin, Judita, Zaki, Ilham, Novi dan semua adik-adik yang telah ikut bermain. Terlebih kepada Tim Kummara, Mba Kanty, Iqbal, Vitri, Windy, dan volunteer; Puput, Agoes, Chita, Nisa, Augi, dan Anchi. Terima kasih banyak.

Sebuah pengalaman yang menyenangkan dan meningkatkan rasa syukur. Alhamdulillah masih diberi kesehatan oleh Allah sehingga bisa mengajak bermain adik-adik yang sedang kurang sehat. Sejenak berbagi tawa dan keceriaan. 

Sampai jumpa lain waktu ya adik-adik. Such a great time with #HappyPlay.
We’re play and we’re happy!
 
 
 great team @Kummara

 coretan warna-warni mereka :)

 big smile all day loong!

 all play, all happy!