aku punya resep baru untuk telur dadarku
biasanya cukup ditambah garam dan irisan daun bawang
wanginya menyeruak dari atas wajan
namun sekarang aku coba buat baru
namanya telur dadar rasa cemburu
pakai bubuk pedas merk candu
pasti tambah nasi satu porsi
eh ujungnya pasrah saja sama kondisi
telur dadar itu enak disantap selagi panas
panas tapi bisa ditiup dulu
biar kalau mulai cemburu bisa pikir dulu
dasar sial nasib cinta naas
kalau kamu mau coba telur dadarku boleh
tapi kuingatkan ini rasa baru
rasa bubuk pedasnya kadang menggigit
kalau tidak kuat, pedasnya bikin menangis
tenang, telur dadarku ada penawarnya
segelas es teh 'kenangan' manis
nah kupakai dulu celemek ku
kamu mau bantu?
Tampilkan postingan dengan label #15harimenulisdiblog. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #15harimenulisdiblog. Tampilkan semua postingan
Kamis, 06 Oktober 2011
Senin, 03 Oktober 2011
#5 hilang : tentang rasa
padaku, ini perihal sebuah rasa.
yang bisa dibilang tidak menyenangkan bagi siapapun.
untukku, rasa ini kadang muncul di malam hari dan menyelinap dalam sanubari.
membuat diriku yang seharusnya sudah terlelap, tetap terjaga hingga hari berganti.
tidak ada yang dapat kuminta pertanggungjawaban atas rasa ini.
sulit untuk mengendalikan diriku sendiri.
jemariku kadang nakal dan tak mau mengalah.
ia bergegas menulis rasa itu menjadi untaian pesan singkat dan tanpa pikir panjang langsung dikirimkan kepada seseorang berkilo-kilo meter jaraknya.
rutinitas selama tiga tahun itu masih terasa nyata.
gelaknya, suaranya, sentuhan bahkan deru nafasnya.
kalaupun ada yang berubah, itu nyata adanya.
tapi masing masing hati diciptakan tidak bakat berdusta.
walau kadang ia tidak bersuara lantang, lirih ia berkata.
dan aku masih cukup jelas mendengarnya.
betapa ia rindu.
betapa ia benci rasa itu.
ya, rasa kehilangan yang amat sangat.
sekarang tinggal bagaimana aku melewatinya.
hilang itu bukan kami yang mencipta.
sebenarnya dia tetap ada, bahkan menjaga.
tapi tidak dengan seksama ditunjukkannya.
biarlah, biar rasa hilang itu tetap ada
agar kami tidak lelah mencari.
hilang kebersamaan bukan berarti hilang kepedulian.
hilang toh nanti akan ada yang menemukan.
dengan dipisahkan jarak berkilo-kilo meter jauhnya,
semoga ia masih bisa merasa.
ketulusan itu selalu ada untuknya.
kerinduan itu nyata disetiap paginya.
yang bisa dibilang tidak menyenangkan bagi siapapun.
untukku, rasa ini kadang muncul di malam hari dan menyelinap dalam sanubari.
membuat diriku yang seharusnya sudah terlelap, tetap terjaga hingga hari berganti.
tidak ada yang dapat kuminta pertanggungjawaban atas rasa ini.
sulit untuk mengendalikan diriku sendiri.
jemariku kadang nakal dan tak mau mengalah.
ia bergegas menulis rasa itu menjadi untaian pesan singkat dan tanpa pikir panjang langsung dikirimkan kepada seseorang berkilo-kilo meter jaraknya.
rutinitas selama tiga tahun itu masih terasa nyata.
gelaknya, suaranya, sentuhan bahkan deru nafasnya.
kalaupun ada yang berubah, itu nyata adanya.
tapi masing masing hati diciptakan tidak bakat berdusta.
walau kadang ia tidak bersuara lantang, lirih ia berkata.
dan aku masih cukup jelas mendengarnya.
betapa ia rindu.
betapa ia benci rasa itu.
ya, rasa kehilangan yang amat sangat.
sekarang tinggal bagaimana aku melewatinya.
hilang itu bukan kami yang mencipta.
sebenarnya dia tetap ada, bahkan menjaga.
tapi tidak dengan seksama ditunjukkannya.
biarlah, biar rasa hilang itu tetap ada
agar kami tidak lelah mencari.
hilang kebersamaan bukan berarti hilang kepedulian.
hilang toh nanti akan ada yang menemukan.
dengan dipisahkan jarak berkilo-kilo meter jauhnya,
semoga ia masih bisa merasa.
ketulusan itu selalu ada untuknya.
kerinduan itu nyata disetiap paginya.
Langganan:
Postingan (Atom)