Selasa, 14 Februari 2012

#Diet Kantong Plastik Campaign!

Terhitung sejak awal Januari saya dan Finna Yudharisman bergabung dengan teman-teman dari Greeneration Indonesia untuk membuat sebuah event unik yang belum pernah diselenggarakan sebelumnya. Wow, konsepnya saja sudah membuat kening berkerut alias bingung. Headbag Mob? Sejenis flash mob kah? Lalu apa bedanya dengan Flash Mob pada umumnya?

Pertanyaan itu terjawab pada hari Minggu 5 Februari 2012 kemarin. Sejak pagi buta para panitia yang sudah mencurahkan segenap jiwa raga dan semangat #DietKantongPlastik nya berkumpul di Cikapayang Dago. Wait? Apa tuh kok bawa-bawa diet? Siapa yang dimaksud? Sayah? Haha. Gini kak, sedikit prolog, #DietKantongPlastik merupakan kampanye yang sudah aktif disuarakan oleh Greeneration Indonesia selama beberapa kurun waktu terakhir. Kegiatan HeadbagMob ini ditujukan sebagai sebuah simbolisasi komitmen masyarakat yang peduli dengan penggunaan kantong plastic atau yang lebih akrab disebut kresek dan penggunaannya secara lebih bijak.

Kenapa bijak? Karena kampanye ini tidak sepenuhnya melarang namun lebih menghimbau penggunaan kantong plastik secara lebih bijak. At least mengurangi. Salah satu altenatif kegiatan ‘mengurangi’ adalah membawa tas kain sendiri ketika berbelanja. Greeneration Indonesia asiknya gak cuma bikin campaign, sekaligus menawarkan solusi dengan membuat produk #TasBagoes. Tas kain trendy warna warni yang simple dan bisa di customized. Pokoknya seru deh. Tetap bikin kamu nyaman belanja. Malah curiga belanjanya jadi tambah banyak #eh hahaha.

Kembali ke kegiatan penuh keriaan di Minggu pagi, para penggiat CFD yang sudah melihat ramai ramai acara kemudian bergabung untuk menggambar Tas Bagoes. Mereka mebawa 2 kantong plastic yang kemudian ditukarkan dengan Tas Bagoes polos yang bisa digambar/dilukis. Kantong plastic langsung mereka sematkan pada mannequin untuk membalut tubuh dan menyerupai monster kresek. Lucu yah? Hehe. Antusiasme masyarakat sangat menggembirakan. Ditandai dengan antrian yang tak kunjung surut. Mereka tertib mengantri untuk mendapat giliran mendapat Tas Bagoes. Eit tapi coba diteliti. Di salah satu sisi tas, ada 2 bolongan kecil sejajar. Ternyata oh ternyata, tas kain yang sudah dilukis kemudian dipakai di kepala dan 2 lubang kecil itu tempat mata untuk mengintip. Voila! Inilah yang dimaksud dengan Headbag Mob! Eh sebentar, dari arah CK Dayang Sumbi Kang Sano dari Greeneration Indonesia bersama dengan ratusan teman-teman komunitas berjalan dan menyuarakan #DietKantongPlastik. Saya sampai ‘merinding’ melihat banyak ‘manusia’ bersama menggerakan raga mereka untuk mendukung dan menyebarkan ‘pesan’ melalui kegiatan yang fun dan memberi experience baru. Totally amazed!

Diharapkan setelah kegiatan ini, masyarakat dan seluruh generasi muda dapat meneruskan dan menularkan ‘virus’ #DietKantongPlastik. Layaknya Greeneration Indonesia yang juga akan meneruskan kegiatan ini ke banyak kota di Indonesia. Sungguh kebanggaan tersendiri Bandung menjadi kota pioneer :D














Saya pribadi merasa sangat senang menjadi bagian dari team hebat yang bekerja dengan professional walaupun panitia volunteer. Terima kasih yang tak terhingga untuk Keluarga Greeneration Indonesia & House The House. Pasti akan sangat merindukan kebersamaan dengan panitia. Teh Shelly, Ines, Diny, A Acung, Guruh, Rahyang, Adit, Reza, Willy, Windy, Finna. Semoga bisa bekerja sama lagi di lain waktu :D

Kamis, 02 Februari 2012

What I Wore




Shirt : Uniqlo 
Necklace : Naalnish Triangle Indian Head Dark Brown
Jeans : Unbreanded
Shoes : DocMart Dark Brown
Totebag : Thunderlust

Main ke Loubelle







Tujuan Utama : Beli tiket #MidnightinHollywood nya Hollywood Nobody :D Yeayy berhubung yang udah buka tiket box nya cuma di Lou Belle, sekaligus nganter si Finna yang mau temu kangen sama Lou Belle fam jadilah kami tadi siang bertandang kesana. Beres per tiket an kita juga liat-liat barang di toko dan si Finna sempet-sempetnya ngincer baju koleksi Mannequin Plastic. Dia ngapalin kode buat minta diskon langsung ke yang bikin, Teh Tina & A Evan hihi :p

Trus ketemu lagi lah sama Lala, dan kita langsung pamer totebag. Secara tadi totebag @Thunderlust_ nya kita pake seharian and we looove it! Hihi kayaknya bakalan langganan ke Neng Lala nih hihi. Dari dulu emang udah 'laper mata' kalo liat totebag dan koleksi reusable bag dari berbagai sumber. Sekarang makin jadi deh niat koleksi totebag nya. Secaraa awalnya dulu saya pingin buat usaha bikin totebag, eh malah Naalnish duluan yang jadi hihi

Puas liat barang-barang lucu di toko, akhirnya kita pamitan. Gak lupa tadi juga pertama kalinya saya disamperin Kimmy (anjing lucu banget) dan bener loh doi jinak. Tapi tetep ajah saya jiper hee. Sore santai ceria lah pokoknya. Dan sekali lagi, sampai bertemu di Konser #MidnightinHollywood 18 Februari nanti!!

Yoshhh!

MEET UP VOLUNTEER TEDxBandung

Sejak dibukanya #oprecvolunteer TEDxBandung selepas Ngariung Januari kemarin, organizer dibuat sedikit ‘kewalahan’. Kewalahan yang positif tentunya. Antusiasme yang baik ditunjukkan dengan banyaknya pendaftar #oprecvolunteer TEDxBandung. Sekitar 40 orang lebih rela mengisi form pendaftaran melalui email dan memberikan data diri melalui twitter @TEDxBandung.

Untuk menyambut euphoria semangat teman-teman #oprecvolunteer TEDxBandung, maka digelarlah MEET UP #VOLUNTEER  TEDxBandung, Selasa sore 31 Januari 2012 bertempat di Simpul Space II Jalan Purnawarman 70. Tempat yang sejuk, homy dan pastinya cocok dengan kegiatan kumpul-kumpul spreading ideas khas TEDxBandung ini didukung penuh oleh BCCF Bandung yang juga berkantor di Purnawarman 70 alias Simpul Space II ini. Terima kasih banyak, BCCF.


Seperti yang dijadwalkan, acara dimulai sekitar jam 3 sore. Walaupun banyak teman-teman yang terlebih dahulu memberi konfirmasi tidak dapat hadir dikarenakan beberapa hal, terlihat 20 orang volunteer datang, duduk membentuk lingkaran dan siap mengenal lebih jauh apa itu TEDxBandung. Acara dibuka oleh William Lautama, Fanni Yudharisman dan Finna Yudharisman untuk saling berkenalan dan sedikit bercerita mengenai awal ketertarikan bergabung dengan TEDxBandung. Dilanjutkan dengan presentasi mengenai TEDxBandung oleh Wiliam, teman-teman volunteer pun asik menyimak overview TEDxBandung melalui slide.


Tak lupa teman-teman organizer yang hadir ; Ibun, Arfan, Puput, Keket, Agoes, Ihsan juga memberikan testimony ataupun kesan-kesan selama bergabung di TEDxBandung. Dengan sharing semacam ini, diharapkan teman-teman volunteer mendapat vision atau gambaran betapa dengan bergabung dengan TEDxBandung masing-masing individu memperoleh impact yang berbeda dengan satu benang merah. Mendapat ilmu, pengalaman, networking, kesempatan untuk mengaktualisasi diri serta mengemukakan ide sekaligus mengeksekusinya di tempat yang tepat. Maka pendapat yang disetujui oleh seluruh organizer adalah TEDxBandung merupakan ‘wadah’ dimana semua saling tukar informasi, kemukakan ide dan buat sesuatu untuk menyebarkan ide-ide tersebut. That’s why we held Ngariung and annual event. Disinilah keikutsertaan teman-teman volunteer menjadi ‘spirit baru’ bagi organizer. Semakin banyak yang mengenal TEDxBandung, semakin luas TEDxBandung bisa spreading the ideas :D


Masuklah ke agenda MEET UP selanjutnya, pengenalan ‘sistem kerja’ di TEDxBandung. Intinya fleksibel dan mau belajar. Walaupun nantinya akan terbagi dalam beberapa divisi, tapi semua diharapkan dapat memberi kontribusi yang maksimal dan helpful untuk mensukseskan setiap kegiatan TEDxBandung. Agenda terdekat selanjutnya adalah TEDxLive tanggal 3 Maret 2012. Teman-teman volunteer mulai diberikan ‘gambaran’ bagaimana mendesain sebuah event semacam Ngariung ini untuk kedepannya dikerjakan bersama-sama dengan teman-teman organizer. Dalam sesi ini para volunteer mulai ‘mengincar’ divisi ataupun job desc yang paling mereka minati.


Team organizer pun ‘turun langsung’ berdiskusi untuk memberikan pengarahan. Semua antusias dalam kelompok-kelompok kecil diskusi yang terbentuk. Bersama dengan kegiatan OPEN SPACE atau diskusi, maka rangkaian MEET UP VOLUNTEER pun berakhir. Meet up selanjutnya akan diinformasikan kembali. Diharapkan pada meet up selanjutnya teman-teman volunteer yang berhalangan hadir bisa datang bergabung dan para volunteer sudah memilih ‘tugas’ yang paling mereka minati. Sesi foto bersama juga menambah keceriaan di penghujung acara. Terima kasih untuk seluruh pihak yang mendukung MEET UP VOLUNTEER #1. Sampai jumpa di Meet Up Volunteer selanjutnya! Cheers :D










Senin, 30 Januari 2012

Currently Headbanging

Bingung. 
Itu yang pertama kali saya rasakan saat mendengar EP bertajuk Kitsilano yang saya unduh cuma-cuma di web nya Gigsplay. 
"Perasaan tadi katanya ini band Indo deh, tapi kok soundnya kayak bukan. I mean, gak mungkin deh ada sejarahnya band indo punya lagu beginian"


Asumsi semacam itupun berkeliaran di pikiran saya. Tak memberi celah pada rasa penasaran, saya geberlah 4 lagu yang terdapat dalam EP tersebut. Diawali dengan intro catchy 'You Make Me Feel Like Summer' firasat saya langsung berkata, ini band beda. Totally different. Saya memang gak banyak paham tentang permainan instrumen yang terkandung di dalamnya. Tapi sebagai pendengan awal, saya langsung kepincut lirik pamungkas di lagu ini "When the band goes.." terus disambung petikan gitar yang jadi anthem. Nempel di kepala. Semua part lagunya punya keunikan bunyi. Rasa-rasanya bunyi unik itu seperti harmonika atau pianika. Entahlah, pokonya unik. Kaya akan nada yang saya gak pernah temuin di lagu-lagu band indo. "Then We Say Hello" menutup rangkaian nada di lagu 'You Make Me Feel Like Summer'. Ajib


Track kedua, disambut dengan nada lebih upbeat. Jangan salahkan kepala & kaki saya yang ikut bergoyang mengikuti irama (ciee). Walaupun beda ambience, tapi feel nya RFS (Roman Foot Soldiers) lebih terasa ringan dan fun di lagu "Streets Without Signs". Tetap gitar masih terasa mendominasi, namun seimbang dengan instrumen lainnya. Entah hanya perasaan saja, tapi seperti lebih cepat lagu ini mengalun. Jadi mendengar satu kali putar dijamin tidak cukup. Kuping pasti akan minta tambah. Haha. Suara sang vokalis khas dan memberi nafas baru bagi penggemar lirik berbahasa inggris. Yep semua lagu RFS menggunakan lirik bahasa inggris.


Di lagu ketiga, "Waterfront", kembali RFS mencuri perhatian melalui intro yang ciamik. Relatif khas RFS. Ketiga lagu jagoan di EP Kitsilano ini memberi pemahaman. Seperti inilah musik RFS. Berbeda dan jangan harapkan seperti mendengar album band indo pada umumnya. Saya seperti kehabisan kata-kata mendeskripsikan album ini. Intinya harus mendengarkan sendiri, jatuh cinta dan menjadikan lagu-lagu ini alternatif bahkan pilihan utama your currently favourite songs! Seperti saya, hehe. Sejak pertama kali dengar dan bingung, saya langsung mencari info tentang band ini. Demikian seperti yang saya kutip dari laman Facebook mereka :


-
Formed in Vancouver, Canada, Roman Foot Soldiers started as a passion project by 6 international university students in the winter of 2005. Like their hometown Jakarta, the band is a blend of many eccentric musical characters. Such contrasts however didn't produce a clash of creativity, but it did inspire the group to pursue a sound unique enough to satisfy all band members' appetite.

Roman Foot... Soldiers are Tim Matindas (Vocals), Gogor Yudo (Guitar), Prianka Bukit (Guitar), Reza Adhitama (Bass), Josh Hartana (Keys & Synth) and Luky Ginting (Drums). Matindas and Yudo started as roomates with a passion for songwriting. The rest of the band joined very soon and Roman Foot Soldiers were born, taking their name from a fascination for epic war films and solidarity. The group took on numerous gigs throughout Vancouver's wide-spread indie scene. A formal recognition was achieved when the band finished in the top 3 of "UBC Battle of the Bands" which consisted of 50+ contestants. By 2009 Roman Foot Soldiers had morphed into a more mature electro-rock band employing more experimental song arrangements.

After having graduated with their respective degrees, the band realized that they were in the possession of great group chemistry and music potential. Still having strong ties with their home country, Roman Foot Soldiers returned home to Indonesia in summer of 2010.

The band has released their EP titled "Kitsilano" in August 2011. Currently the band is preparing its debut album under Sinjitos Records, scheduled to be released in 2012.
-

Disebutkan pula dalam deskripsi singkat mereka seperti ini :
Hazy electronic sounds. Jangling riffs. Frolic dance beat

Nah sekarang sudah mulai bisa menjawab pertanyaan dan kebingungan saya di awal. Band ini terbentuk di Vancouver dan banyak terinfluence band-band seperti  Cut Copy, Phoenix, LCD Soundsystem, The Strokes, Friendly Fires, Gorillaz. Wajarlah musik yang dihasilkan seperti ini. Seperti apa? Yah makanya dengarkan. Tak apa sesekali memaksakan, untuk musik menarik macam RFS ini.

Ketika akhirnya berkesempatan melihat performa mereka walau hanya lewat tayangan televisi, saya makin terkesima. Selain enak dipandang, permainan dan performance mereka memang meneduhkan hati. Santai tapi punya gimmick yang bikin nagih. Coba cek video sunset on the rooftop mereka di web MBDC. Itu parah banget bagusnya. Saya aja nonton ampe diulang-ulang gak bosen-bosen. Sayang banget pas mereka ke Bandung dalam Tour Wrangler, saya gak kebagian nonton mereka di ITB karena telat. Itu keselnya nyesel banget. Huks. Makanya setiap nge twit pengen banget mereka main di Bandung lagi. Tapi sekarang popularitas mereka makin menanjak. Udah beberapa kali jadi opening act buat konser artis luar hipster. Bulan ini juga bakal main di Love Garage satu hari sama Royskkop. Wuidiiih canggih deh pokonya. Langsung masuk deretan band hipster. Saya rasa ini berkat Sinjitos juga yang fully support RFS. Buktinya Anindyta Saryuf bikin video clip Waterfront gak main-main. Cakep banget sob. Black and white nya bikin simpel minimalis sekaligus artsy. Cool!

Sukses RFS. Saya ramalkan anda akan menjadi rising star di dunia permusikan Indonesia. Wohooo! \m/

*Lap iler*




Minggu, 29 Januari 2012

Worth To Wait!


My all-time favourite bossanova jazzy pop band, dan kesukaan semua orang, Hollywood Nobody akan menggelar mini concert pertamanya di Bulan Februari, tanggal 18 tepatnya. Mengambil tempat di auditorium CCF Bandung, tema 'Midnight In Hollywood' dapat dipastikan memberikan keintiman yang khas Hollywood Nobody. Seperti apa? Sayapun penasaran :) Tiket akan beredar terbatas mengingat venue yang kurang lebih hanya dapat menampung 100 orang. Dan tugas saya adalah memastikan saya dan Finna akan termasuk dalam Hollybudies (sebutan bagi penikmat Hollywood Nobody) beruntung tersebut. Disinyalir Lukky Annash akan menjadi 'bintang tamu' yang akan melakukan kolaborasi ciamik bersama sang vokalis, Diantra. Dari akun twitter @diantra_ pula sedikit demi sedikit misteri kehebohan pentas yang akan berlangsung mulai terkuak. Lagu - lagu yang terangkum dalam album pertama mereka "Everything Happens For A Reason" dipastikan akan disuguhkan dalam balutan yang completely different namun pasti menyegarkan. Atau membuat kuping pendengar nya merasa asing namun ketagihan? Entahlah. Saya rasa kita harus membuktikannya sendiri pada tanggal 18 Februari nanti.

Selain lagu-lagu dari album pertama mereka, disebut-sebut lagu milik Etta James turut dibawakan. Apapun itu, selera Hollywood Nobody tak pernah salah. Mengantar kita menuju kenangan manis getir cinta di kepala masing-masing. Kerinduan menyenandungkan 'Telescope' turut menjadi salah satu pemicu antusiasme saya  menyaksikan performa langsung teman-teman dari Hollywood Nobody. Menyenangkan bertepuk tangan perlahan bersama Iru, melihat Romi dan Aden dengan gaya khas nya memainkan instrumen mereka dan sesekali mengintip Upenk dibalik set drum nya. Tak lupa menjawab sapaan khas Dian.

Pemilihan bulan Februari bisa saja menjadi kado cinta dari Hollywood Nobody di bulan penuh romantisme ini. Konser ini juga diharapkan dapat menjadi teaser penuh cinta dalam menjembatani menuju album mereka selanjutnya. Para Hollybudies disarankan membawa cash berlebih untuk memboyong mechandise Hollywood Nobody. Kalau boleh saya meramalkan, konser ini akan bernuansa keakraban. Non formal, penuh kelakar dan cerita khas sekumpulan sahabat. Sudah mulai berpikir akan mengajak siapa untuk datang ke konser 'Midnight In Hollywood'? Ah siapapun itu, pastikan partner anda khatam album "Everything Happens For A Reason" karena sesungguhnya sing along dan menghentakkan kaki mengikuti alunan nada bossanova khas Hollywood Nobody adalah keriaan yang tiada tara. Sampai jumpa disana, ya :D

baby 6 holes & 8 holes!



Wohoo koprol sikap lilin deh akhirnya punya boots :D setelah kekeuh mau nyari boots minta anterin papah akhirnya dapet juga. Biarin deh naik angkot pake boots yang penting sekarang bisa menerjang badai (lebay) hihi. Semoga setelah ini makin banyak rejeki biar bisa nabung lagi (miris tabungan kempes) 
Yeaaay!

place where i too happy to be there


Saya berpose dengan orang utan lucu selepas pentas Animal Show. Drama musikal yang guest star nya mayoritas binatang pintar yang berakting layaknya aktor dan aktris kawakan, tak kalah dnegan Nikita Willy atau Shireen Sungkar. Salah satunya orang utan ini. Dia cukup sukses membuat saya menganga karena tetiba melintas di seutas tali tepat diatas kepala saya dan penonton lainnya! Whoaaa. Lalu dia juga berakting pura-pura mati, bawa tandu dan menanam pohon. Tak lupa waktu berpose bersama, doi melingkarkan tangannya di bahu saya. Akrab banget lau! Toss dulu ahh. 



Ini saya dengan burung apa yah? Kakaktua putih deh kayanya (sotoy) selepas Animal Show juga. Bulunya halus dan jinak sekali. Coba yah jadi pengen pelihara, tuker sama japati dirumah :p



Kalau yang ini Kakaktua warna warni, seperti yang di sampul pensil warna :)


 Pose sama kurcaci selamat datang


Gajah tunggang yang saya sempat mikir juga, apa gak cape yah dia muter-muter mulu. Tapi mudah-mudahan walau capek tapi senang, soalnya mayoritas dinaikin cewe-cewe dan adik-adik kecil :) hihi

Wait, ini dimana sih? (sok polos)
Ini waktu Selasa lalu tanggal 24 Januari 2012 saya bawa tour freelance dari Jayaprima. Client nya adalah staff Hotel Aston Braga Bandung. Long time no see hewan di Taman Safari bikin saya semangat banget buat keliling-keliling. Too bad pas safari track yang di jalur hewan-hewan bisa dilewai dengan bus, saya gak ambil foto. Seru deh. Entah kenapa saya anaknya dari dulu suka banget sama kebun binatang. Terlebih pas sama teman-teman Paskib 78 ke Ragunan Jakarta sekitar 3 taun lalu, langsung bertekad buat ke kebun binatang di seluruh dunia (lebay) soalnya saya kan anaknya gak suka ke mol. Sukanya ke public space dan berbeda, makanya suka ke museum & taman juga :D hihi. Gak bakal nolak diajak ke tempat-tempat itu. Makanya pas ke kebun binatang Bandung juga excited banget, walaupun ternyata Kebun Binatang Bandung tuh bener-bener gak layak. Bagusan Ragunan kemana-mana. Coba yah itu dibenahi, pasti jadi tempat favorit saya di kota.
Ini ada foto- foto waktu sama temen-temen Kitchen & Etu ke kebun binatang Bandung. Taun kemarin kali yaa :) Ada Wira, Mayo, Jawa. Huaa jadi kangen!!






well mungkin karena dari kecil si papah udah banyak pelihara binatang esp burung, jadi saya suka sama binatang dan pergi ke kebun binatang :) banyak yang bisa dilihat dan lucu mengamati tingkah polah binatang. Eit tapi yang juga harus diperhatikan adalah kita sebagai pengunjung harus menjaga kebersihan lingkungan kebun binatang. Buang sampah di tempatnya dan jangan sembarangan memberi makan binatang disana. Semoga teman-teman yang lain juga sayang dan peduli dengan kebun binatang di daerah masing-masing. 

Cheers!